Aku melihatmu kemarin, saat engkau memulai aktifitas harianmu.
Kau bangun tanpa sujud mengerjakan subuhmu…..
Bahkan kemudian, kau juga tidak mengucapkan “Bismillah” sebelum memulai santapanmu,…… juga tidak sempat mengerjakan shalat Isha sebelum berangkat ketempat tidurmu……
Kau benar2 orang yang “bersyukur”……, Aku menyukainya… Aku tak dapat mengungkapkan betapa senangnya aku melihatmu tidak merubah cara hidupmu..!!!!
Hai Bodoh, Kamu millikku.!!!!
Ingat, kau dan aku sudah bertahun-tahun bersama,
dan aku masih belum bisa benar2 mencintaimu .
Malah aku masih membencimu,…!! karena aku benci Allah…..!!!
Aku hanya menggunakanmu untuk membalas dendamku kepada Allah !!!
Dia sudah mencampakkan aku dari surga, dan aku akan tetap memanfaatkanmu sepanjang masa untuk mebalaskannya..!!!!
Kau lihat, ALLAH MENYAYANGIMU dan dia masih memiliki rencana-rencana untukmu dihari depan…. ?
Tapi kau sudah menyerahkan hidupmu padaku,
dan aku akan membuat kehidupanmu seperti neraka…..
Sehingga kita bisa bersama dua kali dan ini akan menyakiti hati ALLAH…..
Aku benar-benar berterimakasih padamu,….. karena aku sudah menunjukkan kepada NYA siapa yang menjadi pengatur dalam hidupmu dalam masa2 yang kita jalani..
Kita nonton film porno bersama, memaki orang, mencuri, berbohong, munafik, makan sekenyang-kenyangya , guyon2an jorok, bergosip, manghakimi orang, menghujam orang dari belakang, tidak hormat pada orang tua ,
Tidak menghargai Masjid, berperilaku buruk.
TENTUNYA kau tak ingin meninggalkan ini begitu saja kan ……?
Ayolah, Hai Bodoh, kita terbakar bersama, selamanya …!!!!!!
Aku masih memiliki rencana2 hangat untuk kita……
Ini hanya merupakan surat penghargaanku untuk mu……
Aku ingin mengucapkan ‘TERIMAKASIH’ karena sudah mengizinkanku memanfaatkan hampir semua masa hidupmu…………..
Kamu memang sangat mudah dibodohi, aku menertawakanmu.
Saat kau tergoda berbuat dosa , kamu menghadiahkan tawa………
Dosa sudah mulai mewarnai hidupmu………..
Kamu sudah 20 tahun lebih tua, dan sekarang aku perlu darah muda…….
Jadi, pergi dan lanjutkanlah mengajarkan orang-orang muda bagaimana berbuat dosa….
Yang perlu kau lakukan adalah merokok, mabuk-mabukan, berbohong, berjudi, bergosip, dan hiduplah se-egois mungkin….!!!
Lakukan semua ini didepan anak-anak dan mereka akan menirunya…..!!!!
Begitulah anak-anak .
Baiklah, aku persilahkan kau bergerak sekarang.
Aku akan kembali beberapa detik lagi untuk menggoda mu lagi.
Jika kau cukup cerdas, kau akan lari sembunyi, dan bertaubat atas dosa-dosamu.
Dan hidup untuk Allah dengan sisa umurmu yang tinggal sedikit.
Memperingati orang bukan tabiatku, tapi diusiamu sekarang dan tetap melakukan dosa, sepertinya memang agak aneh.
Jangan salah sangka, aku masih tetap membencimu.
Hanya saja kau harus menjadi orang tolol yang lebih baik dimata ALLAH SWT.
PS: Jika kau benar2 menyayangiku, kau tak akan membagi surat ini dengan siapapun
Jumat, 15 April 2011
Surat Dari Setan Untukmu .....
Posted by De Rusdi at 7:46 AM 0 comments
Labels: Hikmah n Motivasi, Khazanah Islam
Jika Nabi Muhammad Datang ke Rumahmu …
Jika Nabi Muhammad datang ke rumahmu,
Untuk meluangkan waktu sehari dua hari bersamamu,
Tanpa kabar apa-apa sebelumnya,
Apakah yang akan kau lakukan untuknya?
Akankah kau sembunyikan buku duniamu,
Lalu kau ganti dengan cepat kitab hadits di rak buku?
Atau akankah kau sembunyikan majalah-majalahmu,
Dan kau hiasi mejamu dengan Qur’an yang berdebu?
Maukah kau mengajak Nabi berkunjung ke tempat yang biasa kau datangi,
Ataukah dengan cepat rencanamu kau ganti?
Akankah kau bahagia jika Nabi memperpanjang kunjungannya,
Atau kau malah tersiksa karena banyak yang harus kau sembunyikan darinya?
Jika Nabi Muhammad tiba-tiba ingin menyaksikan,
Akankah kau tetap mengerjakan perbuatan yang sehari-hari biasa kau lakukan?
Akankah kau berkata-kata seperti apa yang sehari-hari kau katakan?
Akankah kau jalankan sewajarnya hidupmu seperti halnya jika Nabi tidak ke rumahmu?
Sangatlah menarik untuk tahu
Apa yang akan kau lakukan
Jika Nabi Muhammad datang, mengetuk pintu rumahmu....
Posted by De Rusdi at 7:41 AM 0 comments
Labels: Hikmah n Motivasi, Khazanah Islam
Surat Dari Sang Maha Pencipta
Saat kau bangun di pagi hari AKU Memandangmu dan berharap engkau akan berbicara kepadaKU, walaupun hanya sepatah kata meminta pendapatKU atau bersyukur kepadaKU atas sesuatu yang indah yang terjadi dalam hidupmu hari ini atau kemarin.
Tetapi AKU Melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan diri untuk pergi bekerja. AKU kembali Menanti saat engkau sedang bersiap, AKU Tahu akan ada sedikit waktu bagimu untuk berhenti dan menyapaKU, tetapi engkau terlalu sibuk.
Disatu tempat, engkau duduk di sebuah kursi selama lima belas menit tanpa melakukan apapun. Kemudian AKU Melihat engkau menggerakkan kakimu. AKU Berfikir engkau akan berbicara kepadaKU, tetapi engkau berlari ke telephone dan menelepon seorang teman untuk mendengarkna gossip terbaru. AKU Melihatmu saat engkau pergi bekerja dan AKU Menanti dengan sabar sepanjang hari. Dengan semua kegiatanmu, AKU Berfikir engkau terlalu sibuk mengucapkan sesuatu kepadaKU.
Sebelum makan siang, AKU Melihatmu memandang ke sekeliling, mungkin engkau merasa malu untuk berbicara kepadaKU, itulah sebabnya mengapa engkau tidak menundukkan kepalamu. Engkau memandang tiga atau empat meja di sekitarmu dan melihat beberapa temanmu berbicara dan menyebut namaKU dengan lembut sebelum mereka menyantap rizki yang AKU Berikan, tetapi engkau tidak melakukannya. Yah, tidak apa-apa masih ada waktu yang tersisa dan AKU Berharap engkau akan berbicara kepadaKU, meskipun saat engkau pulang ke rumah kelihatannya sekan-akan banyak hal yang harus kau kerjakan. Setelah tugasmu selesai, engkau menyalakan TV, AKU tidak Tahu apakah engkau suka menonton TV atau tidak, hanya saja engkau selalu saja kesana dan menghabiskan banyak waktu setiap hari di depannya, tanpa memikirkan apapun dan hanya menikmati acara yang ditampilkan. Kembali AKU Menanti dengan sabar saat engkau menonton TV dan menikmati makananmu tetapi kembali kau tidak berbicara kepadaKU.
Saat tidur KU Pikir kau merasa terlalu lelah. Setelah mengucapka selamat malam kepada keluargamu, kau melompat ke tempat tidur dan tertidur tanpa sepatahpun namaKU kau sebut. Tidak apa-apa karena mungkin engkau tidak menyadari bahwa AKU selalu Hadir untukmu. AKU telah Bersabar lebih lama dari yang kau sadari. AKU bahkan ingin Mengajarkan bagaimana bersabar terhadap orang lain. AKU sangat Menyayangimu, setiap hari AKU Menantikan sepatah kata, doa, pikiran atau ucapan syukur dari hatimu. Baiklah, engkau bangun kembali dan kembali AKU Menanti dengan penuh kasih bahwa hari ini kau akan memberiKU sedikit waktu untuk menyapaKU.
Tapi yang AKU Tunggu…..ah, tak jua kau menyapaKU. Dari detik ke detik, dari menit ke menit, dari jam ke jam, hingga hari berganti lagi, kau masih mengacuhkan AKU. Tak ada sepatah kata, tak ada seucap doa, dan tak ada rasa, tak ada harapan dan keinginan untuk bersujud kepadaKU.
Apakah salahKU padamu? Rizki yang AKU Limpahkan, kesehatan yang AKU Berikan, harta yang AKU Relakan, makanan yang AKU Hidangkan, anak-anak yang AKU Rahmatkan, apakah hal itu tidak membuatmu ingat kepadaKU? Percayalah AKU selalu Mengasihimu dan AKU tetap Berharap suatu saat engkau akan menyapaKU, memohon perlindunganKU, dan bersujud mengahadapKU.
Yang selalu Menyertaimu setiap saat,
ALLAH SWT.
Posted by De Rusdi at 7:37 AM 0 comments
Labels: Hikmah n Motivasi, Khazanah Islam
Penyebab Tidak Terkabulnya Do’a
Suatu hari Ibrahim bin Adham radhiyallahu ‘anhu berada di sebuah pasar Kota Bashrah, Irak. Masyarakat Bashrah mendatangi beliau dan bertanya:“Duhai Abu Ishaq, mengapa do’a-do’a kami tidak terkabul?”
Ibrahim bin Adham radhiyallahu ‘anhu berkata :
Do’a kalian tidak terkabul karena hati kalian telah mati dan penyebab matinya hati kalian adalah sepuluh hal :
Pertama, kalian mengenal Allah, tetapi tidak memenuhi hak-hak-Nya.
Kedua, kalian mengaku cinta kepada Rasulullah SAW, tetapi tidak mengikuti sunnah-sunnahnya.
Ketiga, kalian membaca Al-Qur’an, tetapi tidak mengamalkan isinya.
Keempat, kalian menikmati berbagai karunia Allah, tetapi tidak bersyukur kepada-Nya.
Kelima, kalian nyatakan setan sebagai musuh, tetapi tidak menentangnya.
Keenam, kalian nyatakan Surga itu benar-benar ada, tetapi tidak beramal untuk memperolehnya.
Ketujuh, kalian nyatakan bahwa Neraka itu ada, tetapi tidak berusaha untuk menghindarinya.
Kedelapan, kalian nyatakan kematian itu pasti datang, tetapi tidak bersiap-siap untuk menyambutnya.
Kesembilan, sejak bangun tidur kalian sibuk meneliti dan memperbincangkan aib (keburukan) orang lain dan melupakan aib (keburukan) kalian sendiri.
Kesepuluh, kalian kuburkan mereka yang meninggal di antara kalian, tetapi tidak pernah memetik pelajaran darinya.
Posted by De Rusdi at 7:27 AM 0 comments
Labels: Artikel, Khazanah Islam
Rabu, 13 April 2011
Pacaran
Betulkah di dalam Islam ada yang namanya pacaran?
"Pacaran" adalah suatu kata yang tidak asing lagi kita dengar di kalangan remaja. Sebetulnya apa yang disebut dengan "pacaran" itu? Betulkah di dalam Islam ada yang namanya pacaran?
Pacaran diidentifikasikan sebagai suatu tali kasih sayang yang terjalin atas dasar saling menyukai antara lawan jenis. Apabila kita lihat secara sepintas dari definisi diatas mungkin dapat disimpulkan bahwa pacaran itu merupakan suatu yang wajar dilakukan dikalangan remaja. Padahal apabila kita tinjau dari sudut agama Islam, dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits ternyata tidak ada satu kalimatpun yang menjelaskan tentang pacaran.
Dalam Islam hanya ada khitbah (tunangan). Tapi khan tidak mungkin kita tunangan tanpa mengenal pribadi calon kita?. Tidak seperti itu, sebelum terjadi khitbah, di dalam Islam dianjurkan untuk berta’aruf (berkenalan) itupun kalau seandainya kita siap untuk nikah. Sebenarnya rugi kalau seandainya pacar kita itu bukan jodoh yang Allah SWT takdirkan untuk kita. Padahal kita sudah berkorban.
Islam sesungguhnya agama kasih sayang, sangat tidak adil jika kita memberikan kasih sayang itu kepada seseorang saja. Padahal umat Islam itu bersaudara, Firman Allah dalam QS Al-Hujurat : 10, "Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara". Bagaimana kita bersaudara dalam Islam?
1. Saling bersilaturahmi,
karena dengan bersilaturahmi dapat menumbuhkan rasa kasih sayang.
2. Saling bertausyiah,
karena ketika kita lupa kita diingatkan, dan ketika orang lain lupa kita mengingatkan.
3. Saling mendo’akan.
Jadi kita harus memberikan kasih sayang kepada seluruh umat Islam di dunia ini, bukan hanya kepada seseorang dan kelompok tertentu saja.
Untuk itu, marilah kita sama-sama untuk menghindari yang namanya pacaran itu. Karena kasih sayang tidak harus diungkapkan kepada seseorang saja, tetapi kepada siapa saja. Apabila kita melakukan suatu perbuatan yang dilarang oleh agama, maka kita akan berdosa. Begitu juga pacaran, apabila kita melakukan apa yang disebut dengan pacaran, maka kita akan berdosa pula. Na’udzubillaahi min dzalik.
Oleh karena itu, hendaklah kita :
1. Menundukan pandangan.
"Firman Allah dalam QS An-Nuur : 31 mewajibkan kita untuk menundukkan pandangan. Sabda Rasul : "Pandangan itu merupakan salah satu panah iblis."
2. Jangan berduaan dengan lawan jenis.
"Janganlah kamu pergi berduaan dengan lawan jenismu, sebab yang ketiganya adalah setan."
3. Memperbanyak shaum sunat
Hal ini dimaksudkan agar kita selalu dapat menjaga pandangan dan menahan hawa nafsu.
Cobalah tiada lain suatu amalan yang dicintai Allah, sesungguhnya Allah akan jauh lebih mencintai kita. Carilah amalan yang disukai Allah, setelah kita tahu bahwa dalam Islam tidak ada yang namanya pacaran, cobalah untuk membatasi diri dalam hal itu. Ingatlah bahwa jangankan berpacaran, mendekatinya saja kita sudah tidak boleh. Firman Allah "Janganlah kamu dekati zina".
Kita tidak bisa menjaga pandangan dari yang tidak halal berarti kita sudah zina mata. Begitupun dengan pendengaran, pembicaraan, hati, bila tidak kita jaga dari perbuatan yang mendekati zina, berarti kita sudah berzina. Na’udzubillaahi min dzalik.
dari mediakita.cjb.net
Posted by De Rusdi at 5:53 PM 0 comments
Labels: Artikel, Ce-I-En-Te-A, Khazanah Islam